SEJARAH RADIO
Sunday September 28th 2008, 12:05 am
Filed under:
Announcer
SEJARAH RADIO
Malu-maluin klo penyiar gak tau history of radio.
Masa penyiar gak tau ladangnnya???
Radio siaran adalah salah satu alat informasi komunikasi. Pengembangan teknologi pengiriman pesan melalui udara tanpa kabel (pesawat radio) ini ditemukan oleh Guglemo Marconi. Dr. Lee De Forest adalah bapak Radio siaran, sekaligus orang yang pertama menyiarkan berita melalui radio. Sedangkan orang yang pertama kali menyiarkan musik melalui radio adalah Dr. Frank Conrad, seorang ahli yang sehari-hari bekerja pada Westinghouse Company sebuah perusahaan radio siaran pertama di Pittsburgh Amerika Serikat pada 1919.
Percaya gak percaya!, penrah ada pemilihan presiden lewat radio (KDKA Radio) di Amerika Serikat pada 2 November 1920. (Harding-Cox Presidental). Hmm….!1 sebuah kemajuan pesat di bidang penyiaran.
Kapan ya di Indonesia terjadi pemilihan presiden lewat Radio??? Mungkin gak mungkin sih J
Kita liat yuk sejarah radio di Indonesia>>>>
Pada 16 Juni 1925, di Batavia lahir stasiun radio siaran dengan nama Bataviasche Radio Vereniging (BRV). Nah sejak itulah lahir berbagai radio di setiap wilayah. Di Surakarta ada Solossche Radio Vereniging. Di Jogjakarta ada Mataramsche Vereniging Voor Radio Omroep (MAVRO).Dan di Jakarta, Medan, Bandung dikenal dengan Radio Omroep Mij (NIROM) yang sekaligus menjadi radio terbesar dan terlengkap karena dapat bantuan dari pemerintah Hindia-Belanda.
Radio-radio pribumi seperti itu dikenal dengan radio timuran. Dari radio timuran tersebut di bentuk sebuah perkumpulan yang bernama PPRK (Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran) dan diketuai oleh Sutarjo Kartohadikusumo.
Perjalanan panjang radio sebelum kemerdekaan tidak mulus, sampai pada akhirnya setelah kemerdekaan tercapai dan Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk, pada 11 September lahirlah stasiun radio yang sampai sekarang masih bisa disimak yaitu RRI. Memasuki Zaman Orba RRI masih menjadi ‘’alat” pemerintah saat itu. Muncullah kemudian peraturan pemerintah No.55 tahun 1970 yang isinya tentang “ Radio Siaran Non Pemerintah”. Bak cendawan di musim hujan, lahirlah berbagai radio non pemerintah seperti sekarang ini. Dan hari radio jatuh pada 16 juni 1925.
Sebenarnya masih banyak dan panjang sekali mengenai sejarah radio. Tapi gimana ya udah pegel neeh!!! Segini cukup untuk kalian mengingat secara singkat.
Jurus Menembus Radio
Sunday September 28th 2008, 12:01 am
Filed under:
Announcer
Jurus Menembus Radio
Ada beberapa stategi untuk berhasil menembus benteng radio dan menjadi penyiar radio tersebut. Strateginya adalah :
A. Kenali Radionya
Untuk mengenal lebih dibanding saingan-saingan kamu sesama calon penyiar, kamu perlu mengenal radio tersebut. Nah, beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di radio tersebut adalah seperti berikut :
1) Call Station
Tiap radio memiliki ciri tersendiri untuk ngebentuk image dari dari radio tersebut. Contohnya ; “91.7 FM CBL The Happy Station” dan masih banyak lagi radio lain yang punya call station yang unik dan menarik pendengar.
2) Call listener
Ini juga berbeda tiap radio. Contohnya ; “listeners”, “kaula muda”, “wadya bala”, “mitra”, atau yang lainnya.
3) Alamat radio dan nomor telepon interaktif juga hp.
4) Acara atau program dari radio yang bersangkutan dan ingat!!! Jangan radio lain.
B. Tahap test vocal
Memang tidak semua radio memakai tahap ini. Tahap ini hanya untuk menjaga agar penyiarnya lebih berkualitas. Sat take vocal yang perlu diperhatikan adalah ;
1) Datang lebih awal, kurang lebih 15 menit. Ini ngebantu kamu biar gak grogi dan waktu untuk menenangkan diri.
2) Saat take vocal biar gak grogi gampang kok kalau kamu udah kenal betul radio tersebut. Ingatlah! Kamu buat dulu secarik kertas yang isinya tips ringan yang gak kepanjangan. Nah tinggal tunggu penggilan.
Take vocal ada tiga urutan. Yang biasanya diminta yaitu ;
a) Opening
Kamu bakalan diminta buka program atau acara radio tersebut. Opening berisi sapaan awal, station id, call listener, program, jenis lagu yang diputar, no telepon dan juga hp interaktifnya.
b) Content
Catatan ringan yang udah kamu buat bisa ngebantu di tahap ini. Begitu setelah musik, kamu bisa langsung masuk lagi dan jangan lupa sebutin station id, no telepon dan hp interaktif atau juga program acaranya.
Sedikit basa basi waktu, langsung deh kamu bisa improve lewat tips ringan tadi. Ingat! Bukan membacanya tapi tuturkan dengan bahasa kamu. Kedengeran banget bedanya penyiar yang ngebaca sama yang melakukan improvisasi. Jadi wajib banget penyiar bisa improve! Kreatif ya!
c) Closing
Kamu kudu dan wajib banget dengerin dulu bagaimana radio yang kamu tuju itu pemit nutup acara. Contohnya ; “see U…” atau lebih banyak lagi variatif-nya. Mending kamu tahu dulu pekem yang dipake di radio yang kamu lamar itu seperti apa!!!>>>
C. Lolos dari take vocal kamu akan menghadapi tes psikologi
Nah, tips di tahap ini yang jelas intinya adalah team work. Jadi yang punya ego besar di tahan dulu ya!!
A. Tahap wawancara
Ingat, penyiar harus siap dengan kondisi dan pertanyaan apapun. Bacalh sebanyak-banyaknya. Cari informasi relevan yang hangat dibicarakan orang. Mulai dari artis, politik sampai budaya, atau masalah human interest lain. Ingat! Penyiar harus netral.
B. Masa Training
Setelah lolos dari tahap-tahap tadi, jangan puas dulu. Di depan mata menghadang ada training selama 3 bulan. Dalam masa ini buka mata dan telinga. Sergap segala ilmu. Bertanyalah pada instruktur yang ada, dari computer, mixer, log book, telepon, dan lainnya.
Jika training sudah dirasa cukup, maka kemampuan yang kamu miliki pun sudah ok, alias layak siar. Perusahaan akan menyodorkan surat kontrak kerja. So, congratulations!!
Cara Membuat Demo alias contoh Suara
Saturday September 27th 2008, 11:59 pm
Filed under:
Announcer
Nah, terkadang radio mensyaratkan kamu mengirimkan demo suara kamu. Kamu bisa pake format gaya penyiar radio yang kamu tuju.
Ada 4 hal yang perlu diingat ;
A. Media
Pilih media yang gampang dan nyaman untuk didengar radio tersebut. Bisa pake CD. Format suaranya jangan WMA kalo target-person tersebut jelas-jelas selalu menenteng iPod.
B. Costumized Contents
Sesuaikan isinya dengan perusahaan sasarannya. Kalo ngelamar ke prambors misalnya, bicara aja yang cepet dan bergaya muda. Pura-puralah jadi pembawa acara mereka
C. Keluasan kemampuan
Bikin beberapa bagian yang bisa menunjukan keluasan kemampuan kita. Misalnya, ada beberapa kalimat dimana kita menjadi “penyiar pagi”, “penyiar malam”, “penyiar request”, dan sebagainya.
D. Ringkas
Sedapat mungkin bikin singkat ; less than 3 minutes. Percaya deh, para pembuat keputusan itu bisa menarik kesimpulan dalam 30 detik pertama. Jadi ngapain mereka dengerin kaset kita selama 5 menit.
Do you need an example? This is how I would do it ;
00.00 – 00.15
“halo, ini nytha cherlis. Terima kasih atas waktunya untuk mendengarkan sample singkat ini. Saya bisa di hubungi di 085XXXXXX. Selamat mendengarkan!”
00.15 – 00.30
[gaya penyiar acara pagi : semangat, ngacol, intonasi]
00.30 – 00.45
[gaya penyiar acara malam : kalem, dewasa, enakeun]
00.45 – 01.00
[gaya penyiar request : ramah, deejaying, goog pronounciation]
01.0 – 01.15
[ gaya penyiar berita]
01.15 – 01.30
[gaya host infotaiment]
01.30 – 02.00
[contoh beberapa monolog iklan untuk keluasan ekspresi]
02.00 – 02.15
“kalo saya cocok untuk tuntutan radio anda, silahkan hubungi saya di 0852XXXXXX. Thank you”
Buat kamu yang belum pernah bikin sample bicara ( bukan sample suara), bisa pake tape recorder ias, atau disambungkan dengan microfon di saluran “line in” atau “mic”. Di computer juga bisa ; windows pun bisa merekan asal kita punya mic-nya.
Seperti halnya foto d CV kita, kualitas suara juga sangat penting. Ah ya, sedapat mungkin sample tersebut diantar sendiri, jadi mereka bisa mencocokan suaranya dengan orangnya.
-menjadi pembicara yang disukai-
-menjadi pembicara yang disukai-
***Yang tak perlu anda risaukan***
1. Jangan risaukan keraguan anda
keraguan adalah aliran rasa takut yang menjalar di dalam benak anda, jika di biasakan itu bias membentuk saluran yang mengeringkan segalapikiran yang lainnya.
2. jangan risaukan rasa malu anda
rasa malu hanyalah boomerang untuk anda, atasi hal itu dengan memikirkan hal lain ygang menarik, sehingga bias menimbulkan rasa kenyamanan pada anda.
3. Jangan risaukan suara anda
Ada berbagai hal penting yang harus diperhatikan ketimbang anda sekedar memilki suara bagus. Untuk sekedar berbicara anda tidak harus bervariasi bagus layak nya seorang pravoritty ataupun krisdayanti.selama ucapan anda jelas dan di pahami, anda tidak perlu memikirkan untuk memiliki suara yg indah.
4. Jangan risaukan gaya dan action anda
5. Jangan risaukan perbendaharaan kata anda
Kesederhanaan adalah satu-satunya cara yang terbaik untuk berkomunikasi adalah berkominikasi bendahara.
6. Jangan memikirkan pendidikan anda
Anda tidak memerlukan gelar tambahan agar dapat berkomunikasi dengan efektif,kenyataannya banyak orang yg berpendidikan tinggi mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif dan massa.
7. Jangan risaukan opini pendengar anda
Ketika anda merasa gugup di depan public cepatlah mencari orang yang akan memberikan tanggapan positif terhadap anda atau tersenyum pada anda. Hal ini akan membuat anda tenang, aman dan kini anda dapat menyampaikan pembicaraan anda
***Yang perlu anda risaukan ***
1. Pengetahuan
Anda harus memilih subjek anda, anda harus tahu apa yang anda bicarakan sederhana jadi darimanakah anda mendapatkan ilmu pengetahuan itu, apasajakah sumber ilmu pengetahuan tersebut, apakah sumber terbaik dari pengetahuan, sumber yang bias anda dapatkan bisa dari diri sendiripenalaman orang lain,.
2. Ketulusan
Untuk bisa menmbuat pendengar mempercayai anda, anda harus memiliki ketulusan, yaitu : anda harus percaya diri, baru kemudian anda dapat meyakinkan pihak pendengar
3. Antusiasme
Jika anda memberikan memberikan pesan kepada pendengr, pesan itu harus begitu kuat untuk menunjukan antusiasme curahkan diri anda sepenuh nya dalam pidato anda, antusiame menjadikan anda istimewa dan akan menutup kesalahan kecil anda
4. Latihan
Dalam public speaking segala macam engetahuan ketulusan antusiasme menjadi sia-sia belaka, jika tidak diterapkan dalam latihan. Bicara adalah ketrampilan yang memerlukan latihan “profer practice prevents poor performance” ( latihan yg tepat bisa mencegah penampilan yang buruk)
5. Kenikmatan
Anda harus yakin bahwa anda telah memberikan manfaat pada orang orang, sesuatu yang bernilai, jika anda tak suka akan penyampaian pembicaraan anda, maka pendengar kurang begitu suka akan apa yg anda bicarakan, ingat anda tak bisa membaguikan apapun jika anda sendiri tak memiliki apapun`
6. Ciptakan judul yang tepat untuk memikat
Judul pembicaraan haruslah menarik harus memancing keingintahuan dan membuat orang mau mendengarkan jika ingin menjadi pembiicara yg lebih sukses, sebisa mungkin, carilah judul yg paling baikdari urutan judul anda, ingat judul yang bersentuhan dengan pendengar anda
7. Daya tarik
Judul haruslah mengarahkan hadirin mendengarkan, atrinya sebuah judul haruslah menarik, imajinatif dan mensimulatif misalnya “keajaiban public speaking”
8. Relevansi
Judul tak boleh terlalu banyakmemerikan janjiatau pun menipu pendengar agar tak merusak kredibilitas penyampaian sebuah pembicaraan
9. Berexperimen dengan judul pidato
Bisa dikatakan MICE
M = misteri
I = imajinasi
C = chatchy <>
E = easy
Lima cara mendapatkan perhatian pendengar saat pendahuluan
1. Mulai dengan kisah( human interest)
2. Memulai dengan fakta yan menghentak
3. Melontakan pertanyaan
4. Memulai dengan kutipan yang bisa di ambil dari mana saja
5.Memulai dengan kisah-kisah yang lucu
Mengatasi demam panggung
Siasati rasa takut kita
1. Takut akan kegagalan
2. Takut akan keliatan bodoh
3. Takut akan mandeg
Berlatih secara rutin
Beranikan diri untuk sering tampil di depan umum
Siapkan selalu catatandi jamin anda takkan pernah melupakanapa yang hendak anda sampaikan
Catatan :
sebagai seorang pembicara
anda harus dapat
untuk percaya pada
diri anda sendiri
tips” peluru emas komunikasi untuk bisa di sukai oleh pendengar
1. ungkapkanlah bila kita merasa terhormat bisa berpidato di hadapan pendengar.
2. berikan penghargaan yang tulus kepada pendengar
3. jika memungkinkan sebut nama babarapa hadirin
4. rendah hati
5. sebut kita bukan anda
6. jangan bicara dengan muka di tekuk /nada menceela[tersenyumlah]
7. bicaralah hal hal menarik bagi peendengar
8. nikmati pidato anda
9. sentuhlah lembut emosi hadirin anda
10. membuka diri bagi kritik ,jangan mudah tersinggung.
11. akspresikan gaya anda,tapi bukan untuk mengsankan
Catatan;ingatlah sejak anda bangkit dari kursi dan berjalan ke podium anda sudah menjadi sorotan,jadi tersenyumlah.